Jalan-jalan, Siapa Takut?

ADAKALANYA banyak aktifitas yang cukup menyita tenaga dan perhatian kita membuat mumet di kepala tak kunjung berkesudahan. Padahal libur ... thumbnail 1 summary

akhwat-muslimah-300x246

ADAKALANYA banyak aktifitas yang cukup menyita tenaga dan perhatian kita membuat mumet di kepala tak kunjung berkesudahan. Padahal libur kerja sudah tersedia setiap pekannya, tapi hanya dihabiskan di depan televisi atau notebook. Bukannya tambah segar, malah mata tambah sembab plus sayu.

Bisa jadi kita sedang membutuhkan waktu sendiri yang berlebih, pergi berekreasi ke luar kota atau tempat yang dapat menyejukkan mata. Desa yang masih alami misalnya. Atau kita membutuhkan tempat liburan tapi tetap ingin merasakan kebersamaan. Bisa juga ke desa tempat nenek kita tinggal. Pokoknya liburan, pergi ke luar, jalan-jalan.

Nah, untuk ufil alias ukhtifillah yang senang dan butuh bepergian atau jalan-jalan ini (tentunya ke tempat-tempat yang bermanfaat). Sepertinya tips kali ini berguna sekali, terutama untuk ufil yang ingin tampil keren tapi tidak merasa ngetren. Harus tetap syar’i juga pastinya. Berikut tips singkatnya.

1. Siapkan Semua Barang Bawaan dari Malam Hari.

Sebaiknya, ufil mulai mengemas barang bawaan sejak malam hari sebelum berangkat. Buat daftar barang apa saja yang akan dibawa. Untuk referensi, a must bring thing versi ufil adalah handphone yang baterainya masih penuh, obat-obatan ringan seperti minyak  kayu putih, plester dll., pembalut jika memang tengah kedatangan bulan atau pantyliner, facial wash, minyak wangi jika dirasa perlu, sarung untuk sholat atau kaos kaki yang baru ya! Jangan yang sudah seminggu tidak dicuci, handuk kecil, sapu tangan atau tissue, alquran saku, uang dan identitas diri, alat tulis lengkap, buku bacaan, makanan ringan atau snack, botol minuman plus isinya, dan jangan lupakan payung.

Selain itu, bawa juga barang-barang yang berkaitan dengan kegiatan yang akan diikuti, misalnya bawa buku catatan atau syal atau sepatu kets jika tempat yang dikunjungi itu jalanannya licin dan terjal. Refreshing ke desa terpencil, misalnya.

2. Pilih-pilih Pakaian dan Aksesoris

Masalah penampilan memang seringkali membuat ufil pusing. Seenggak-enggaknya, biarpun ufil termasuk orang yang cuek, nampang di kaca merupakan kebutuhan sebelum pergi. Bukannya mau tampil wah atau supaya dilihat orang, but kerapihan juga nilai plus seorang muslimah bukan?!

Pilih baju yang match sesuai tema kegiatan yang akan didatangi, formal atau non formal. Atau kalau mau bepergian alias ngebolang sesuaikan dengan tempat yang akan dikunjungi, kalau tempat dengan suhu rendah jangan lupa tuh bawa switer atau jaket.

Pilih bahan yang nyaman dipakai, menyerap keringat, dan tentunya warnanya yang serasi. Aneh dan siap-siap jadi pusat perhatian jika tidak ada keserasian dalam penampilan, jilbab merah, baju hijau, terus roknya kuning?

Buat sepatu, pilih yang enak dipakai juga (ya iyalah, kalau tidak nyaman buat apa juga digunakan). Pakai sepatu kets boleh, pantofel juga boleh, sepatu sandal atau sendal gunung juga oke, yang penting sesuaikan warnanya dengan baju yang digunakan dan tema kegiatan yang dilangsungkan.

Nah, hindari juga pakaian dengan warna yang glimpsy eye catching super duper shiny colour (maksudnya???). Jangan coba-coba pakai baju dengan warna ngejreng (apalagi ditambahin bros yang bling-bling), kasihan yang memperhatikan ufil (silau, man!).

Jangan lupa pakai celana panjang dan kaos kaki panjang. Keduanya sangat berguna untuk melindungi ufil dari fitnah (lah, memangnya kenapa? Serem banget kayaknya?). Coba saja, saat ufil naik bis, otomatis setidaknya rok atau bawahan akan tersingkap. Bagaimana jika tersingkap hingga betis? Pada saat yang bersamaan pula mata-mata itu berkeliaran.

Oleh karena itu, tidak perlu dijelaskan dan ditanyakan panjang lebar kegunaan kedua hal kecil tapi penting itu.

Sama halnya dengan celana panjang, manset juga is a must. Saat pegangan di bis misalnya, bagian lengan ufil pasti tersingkap juga. Waduh bahaya, aurat tuh! Jangan dikira 1cm lengan itu bukan aurat jadinya disepelekan. Padahal ufil pasti sudah pada hafal batasan aurat, pokoknya kecuali telapak tangan dan wajah itu bukan aurat atau bukan hal yang mesti ditutupi. So, bagian lengan berarti masih termasuk aurat bukan?

3. Rumah Beres, Hati Tenang

Yup, sebelum pergi, ingat-ingat dulu apakah pekerjaan di rumah sudah beres bin rapih? mencuci piring, baju, atau menanak nasi misalnya. Jangan sampai bunda atau emak nyap-nyap dan tidak meridhoi kepergian ufil. Persoalan serius ini memang kerap kali menjadi boomerang untuk akhwat yang memiliki jam terbang yang tinggi. Pastinya sang bunda akan sangat perhitungan dengan pekerjaan ufil, makanya aktifitas di luar rumah atau terutama da’wah jangan sampai menghalangi pekerjaan rumah.

Kalau mau cari amannya, ufil dapat membuat schedule yang pasti tentang kapan harus membereskan rumah, termasuk belajar masak. Kalau rumah beres, hati tenang, bunda senang, dakwah pun tidak terhalang kan, jalan-jalan pun akan terasa lebih riang.

4. Bersama Muhrim Atau Teman Akhwat

Jangan lupakan hal satu ini, jika bepergian bukan dengan kegiatan yang diadakan. Maksudnya kegiatan atau rencana bepergian alias ngebolang, ufil harus membawa serta muhrim. Kalaupun tidak mungkin dan risih membawa ayah atau kakak laki-laki, ufil bisa mengajak serta teman dekat perempuan juga tentunya. Hal ini penting untuk menghindari fitnah atau hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan.

Selamat mencoba tips-tips di atas, semoga penat dan mumet yang terasa bisa terobati. [hf/islampos/berbagaisumber]

No comments

Post a Comment