Dalam sebuah acara live di salah satu saluran TV (Saudi), seorang Syaikh (seorang Mufti) mendapat pertanyaan dari Somalia: “Apakah puasa...
9/24/2012
Dalam sebuah acara live di salah satu saluran TV (Saudi), seorang Syaikh (seorang Mufti) mendapat pertanyaan dari Somalia:
“Apakah puasa saya diterima (sah) jika kami tidak memilki makanan untuk sahur atau ifthar (berbuka)?”
Seketika Mufti itu menangis karena mendengar pertanyaan, “Apakah
puasa saya sah jika kami tidak memiliki makanan untuk sahur atau
ifthar?”
Wahai saudaraku, kita masih diberikan nikmat yang sangat banyak yang tak akan pernah terhitung, masihkah kita tidak bersyukur?
Wahai saudaraku yang berkelebihan harta, masihkah kalian tidak mau
mengeluarkan sebagian harta kalian untuk orang-orang yang kelaparan?
Banyak Muslim di sekitar kita atau di luar sedang kelaparan, sedang
menderita penindasan dan pembantaian, tak berdaya. Kita yang
berkelebihan harta kelak akan ditanya, ke mana saja uang yang kita
miliki kita belanjakan?!
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan ad-Din? Itulah orang
yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong untuk memberi makan
orang miskin,”(QS Al-Ma’uun: 1-3).
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke
dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat
perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya
kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin, kemudian kamu
pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu
megah-megahkan di dunia itu),” (QS At-Takaatsur: 1-8).
Renungan untuk kita semua. (zilzaal/salam-online)
No comments
Post a Comment